Sabtu, 21 Desember 2013

Akuntan Publik

Sedikiit info tentang akuntan publik niih guys, smoga bermanfaat J
Akuntan publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di Indonesia ( Wikipedia ). Sedangkan menurut Kamus Ungkapan Bahasa Inodonesia, Akuntan Publik adalah Akuntan yang memberikan jasa pelayanan akuntansi kepada masyarakat / Akuntan yang memiliki izin dari pihak yang berwenang untuk membuka kantor akuntan swasta.Akuntan publik diperlukan untuk meminimalisir information asymmetry antara principal (pemilik perusahaan atau kreditor) dengan pengelola atau manajemen serta debitur. Pengelola atau debitur memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan principal atau kreditur. Secara tidak langsung profesi akuntan publik di tuntut mampu untuk memberikan jasa kepada publik, memenuhi kebutuhan pemakai jasa,memiliki kompetensi dan keahlian melalui pendidikan khusus, memiliki integritas yang tinggi dan menjaga independensi serta menjaga kepatuhan atas aturan dan standar.
Peluang untuk menjadi akuntan publik sangat besar, tetapi persaingan untuk menjadi akuntan publik lebih besar daripada peluangnya. Untuk itu, seseorang harus dituntut lebih untuk menjadi akuntan publik. Menjadi akuntan publik perlu adanya keahlian khusus yang dimiliki, terutama dalam menghadapi persaingan untuk menjadi akuntan publik. Berikut ini adalah beberapa kiat atau cara yang dapat dilakukan seseorang untuk menjadi akuntan public yang baik dalam menghadapi persaingan, yaitu :
  1. Menjelang kelulusan kuliah, pastikan mencari tahu dengan pasti ingin dibawa ke mana gelar S.E. yang akan disanding. Lulusan jurusan akuntansi akan mendapat gelar S.E saja, jika tidak mengambil pendidikan profesi akuntan. Untuk itu, megambil pendidikan profesi akuntan merupakan sebuah keputusan yang harus diambil.
  2. Pemahaman bahasa Inggris pasif dan aktif menjadi keunggulan tersendiri. Karena bahasa Inggris sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam dokumen-dokumen bisnis termasuk pencatatan dan pelaporan keuangan.
  3. Ikuti program pelatihan kerja saat masih kuliah. Program ini biasanya dilakukan oleh perguruan tinggi sebagai pemantapan pemahaman kerja setelah diselenggarakannya wisuda sarjana. Di sini, akan dilatih bagaimana cara membuat lamaran kerja, kiat menghadapi tes psikologi dan wawancara, sikap wibawa di hadapan HR atau user, dan jenjang karier.
  4. Pahami pekerjaan yang cocok dengan lulusan tersebut namun jangan sekali-kali menutup peluang untuk bekerja dengan bidang yang bertentangan dengan gelar yang dimaksud. Tentunya ini adalah langkah akhir jika sebelumnya lamaran di bidang akuntansi tidak diterima. Tidak jarang seorang lulusan akuntansi berprofesi sebagai staf marketing, manajer customer service, dll. Sebaliknya lulusan teknik informatika bisa bekerja sebagai teller atau manajemen risiko di sebuah bank. Jadi, perlu ilmu-ilmu terapan sebagai nilai tambah keunikan.
  5. Mencari perusahaan tidak harus yang memiliki gedung kantor menjulang tinggi dan berada di kawasan niaga elite. Tidak ada jaminan jenjang karier yang cerah hanya dengan memandang suatu identitas fisik. Carilah setidaknya perusahaan yang bonafide dan memang secara nyata menjamin kesejahteraan karier. Jadikan awal bekerja sebagai pengalaman kerja yang menarik dan mengasah kemampuan di dunia pekerjaan yang sesungguhnya. Disini dapat membuktikan kemampuan akuntansi dan kontribusi maksimal untuk perusahaan. Perlu diketahui bahwa perusahaan besar lebih banyak yang menyukai calon pegawai lulusan akuntansi yang memiliki pengalaman kerja.
  6. Ilmu pajak sangat diperlukan oleh perusahaan. Sebagai lulusan akuntansi, perpajakan sangat berkaitan erat. Jika tidak mengatahui tentang pajak, kesempatan untuk dapat diterima oleh perusahaan menjadi berkurang.
  7. Akuntansi dapat dikatakan juga sebagai teknologi. Akuntansi kontemporer menggunakan sistem terpadu untuk menjalankan siklus akuntansi secara otomatis, tepat, dan akurat. Lulusan akuntansi harus mahir menggunakan sistem akuntansi yang sudah banyak diciptakan dalam bentuk software.
  8. Bekerja sebagai akuntan publik memerlukan ketelitian dalam membuat laporan keuangan. Semakin baik kinerja, kesempatan untuk menjadi akuntan publik senior ada di depan mata. Kendati demikian, semakin tinggi jabatan akuntan publik, semakin besar tanggung jawab dan cobaan yang harus dihadapi. Seorang akuntan publik sikap yang jujur, tekun, dan teliti. Kesalahan fatal ataupun kecurangan dalam mengungkapkan disclosure akan membawa kepada Undang-Undang.
Selain 8 ( delapan ) uraian diatas, seorang akuntan publik yang baik juga harus memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu :
a. Tanggung jawab profesi : bahwa akuntan di dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
b. Kepentingan publik : akuntan sebagai anggota IAI berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
c. Integritas : akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.
d. Obyektifitas : dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, setiap akuntan sebagai anggota IAI harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan.
e. Kompetensi dan kehati-hatian profesional : akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi, dan teknik yang paling mutakhir.
f. Kerahasiaan : akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
g.  Perilaku profesional : akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya.
h.  Standar teknis : akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.
Sumber-sumbernya :
http://ahmadrozak.blogspot.com/2010/03/peluang-dan-tantangan-menjadi- akuntan.html
http://cahayababel.wordpress.com/2011/10/10/profesi-akuntansi/
http://fungkypratiwii.wordpress.com/2012/10/21/peluang-dan-tantangan-menjadi-akuntan-publik/
http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntan_publik
http://poltek.ubaya.ac.id/2012/02/%E2%80%9Cbangga-berprofesi-sebagai-akuntan%E2%80%9D-kuliah-tamu-prodi-akuntansi-politeknik-ubaya/
http://www.organisasi.org/1970/01/arti-istilah-ungkapan-akuntan-publik-kamus-ungkapan-bahasa-indonesia.html
http://zahiraccounting.com/id/blog/sukses-berkarier-sebagai-lulusan-akuntansi/


0 komentar:

Posting Komentar