Sedikiit info tentang akuntan publik niih guys,
smoga bermanfaat J
Akuntan
publik adalah akuntan
yang telah memperoleh izin dari menteri
keuangan untuk
memberikan jasa akuntan publik di Indonesia
( Wikipedia ). Sedangkan menurut Kamus Ungkapan Bahasa Inodonesia, Akuntan
Publik adalah Akuntan yang memberikan jasa pelayanan akuntansi kepada
masyarakat / Akuntan yang memiliki izin dari pihak yang berwenang untuk membuka
kantor akuntan swasta.Akuntan publik diperlukan untuk
meminimalisir information asymmetry antara principal (pemilik
perusahaan atau kreditor) dengan pengelola atau manajemen serta debitur.
Pengelola atau debitur memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan principal atau kreditur. Secara tidak
langsung profesi akuntan publik di tuntut mampu untuk memberikan jasa kepada
publik, memenuhi kebutuhan pemakai jasa,memiliki kompetensi dan keahlian
melalui pendidikan khusus, memiliki integritas yang tinggi dan menjaga
independensi serta menjaga kepatuhan atas aturan dan standar.
Peluang untuk menjadi akuntan publik
sangat besar, tetapi persaingan untuk menjadi akuntan publik lebih besar
daripada peluangnya. Untuk itu, seseorang harus dituntut lebih untuk menjadi
akuntan publik. Menjadi akuntan publik perlu adanya keahlian khusus yang
dimiliki, terutama dalam menghadapi persaingan untuk menjadi akuntan publik.
Berikut ini adalah beberapa kiat atau cara yang dapat dilakukan seseorang untuk
menjadi akuntan public yang baik dalam menghadapi persaingan, yaitu :
- Menjelang
kelulusan kuliah, pastikan mencari tahu dengan pasti ingin dibawa ke mana
gelar S.E. yang akan disanding. Lulusan jurusan akuntansi akan mendapat
gelar S.E saja, jika tidak mengambil pendidikan profesi akuntan. Untuk
itu, megambil pendidikan profesi akuntan merupakan sebuah keputusan yang
harus diambil.
- Pemahaman
bahasa Inggris pasif dan aktif menjadi keunggulan tersendiri. Karena bahasa
Inggris sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam dokumen-dokumen
bisnis termasuk pencatatan dan pelaporan keuangan.
- Ikuti
program pelatihan kerja saat masih kuliah. Program ini biasanya dilakukan
oleh perguruan tinggi sebagai pemantapan pemahaman kerja setelah
diselenggarakannya wisuda sarjana. Di sini, akan dilatih bagaimana cara
membuat lamaran kerja, kiat menghadapi tes psikologi dan wawancara, sikap
wibawa di hadapan HR atau user, dan jenjang karier.
- Pahami
pekerjaan yang cocok dengan lulusan tersebut namun jangan sekali-kali
menutup peluang untuk bekerja dengan bidang yang bertentangan dengan gelar
yang dimaksud. Tentunya ini adalah langkah akhir jika sebelumnya lamaran di
bidang akuntansi tidak diterima. Tidak jarang seorang lulusan akuntansi
berprofesi sebagai staf marketing, manajer customer service, dll.
Sebaliknya lulusan teknik informatika bisa bekerja sebagai teller atau
manajemen risiko di sebuah bank. Jadi, perlu ilmu-ilmu terapan sebagai
nilai tambah keunikan.
- Mencari
perusahaan tidak harus yang memiliki gedung kantor menjulang tinggi dan
berada di kawasan niaga elite.
Tidak ada jaminan jenjang karier yang cerah hanya dengan memandang suatu
identitas fisik. Carilah setidaknya perusahaan yang bonafide dan memang secara nyata menjamin kesejahteraan
karier. Jadikan awal bekerja sebagai pengalaman kerja yang menarik dan
mengasah kemampuan di dunia pekerjaan yang sesungguhnya. Disini dapat membuktikan
kemampuan akuntansi dan kontribusi maksimal untuk perusahaan. Perlu diketahui
bahwa perusahaan besar lebih banyak yang menyukai calon pegawai lulusan
akuntansi yang memiliki pengalaman kerja.
- Ilmu
pajak sangat diperlukan oleh perusahaan. Sebagai lulusan akuntansi,
perpajakan sangat berkaitan erat. Jika tidak mengatahui tentang pajak,
kesempatan untuk dapat diterima oleh perusahaan menjadi berkurang.
- Akuntansi
dapat dikatakan juga sebagai teknologi. Akuntansi kontemporer menggunakan
sistem terpadu untuk menjalankan siklus akuntansi secara otomatis, tepat,
dan akurat. Lulusan akuntansi harus mahir menggunakan sistem akuntansi
yang sudah banyak diciptakan dalam bentuk software.
- Bekerja
sebagai akuntan publik memerlukan ketelitian dalam membuat laporan
keuangan. Semakin baik kinerja, kesempatan untuk menjadi akuntan publik senior
ada di depan mata. Kendati demikian, semakin tinggi jabatan akuntan publik,
semakin besar tanggung jawab dan cobaan yang harus dihadapi. Seorang
akuntan publik sikap yang jujur, tekun, dan teliti. Kesalahan fatal
ataupun kecurangan dalam mengungkapkan disclosure akan membawa
kepada Undang-Undang.
Selain 8 ( delapan ) uraian diatas, seorang
akuntan publik yang baik juga harus memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu :
a. Tanggung jawab profesi : bahwa akuntan di dalam melaksanakan
tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan
moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
b. Kepentingan publik : akuntan sebagai anggota IAI berkewajiban
untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati
kepentingan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
c. Integritas : akuntan sebagai seorang profesional,
dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung
jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.
d. Obyektifitas : dalam pemenuhan kewajiban
profesionalnya, setiap akuntan sebagai anggota IAI harus menjaga obyektifitasnya
dan bebas dari benturan kepentingan.
e. Kompetensi dan kehati-hatian profesional : akuntan
dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian,
kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan
pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk
memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa
profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi, dan
teknik yang paling mutakhir.
f. Kerahasiaan : akuntan harus menghormati kerahasiaan
informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh
memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila
ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
g. Perilaku profesional : akuntan sebagai seorang profesional
dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik
dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya.
h. Standar teknis : akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya
harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan.
Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban
untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut
sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.
Sumber-sumbernya
:
http://ahmadrozak.blogspot.com/2010/03/peluang-dan-tantangan-menjadi-
akuntan.html
http://cahayababel.wordpress.com/2011/10/10/profesi-akuntansi/
http://fungkypratiwii.wordpress.com/2012/10/21/peluang-dan-tantangan-menjadi-akuntan-publik/
http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntan_publik
http://poltek.ubaya.ac.id/2012/02/%E2%80%9Cbangga-berprofesi-sebagai-akuntan%E2%80%9D-kuliah-tamu-prodi-akuntansi-politeknik-ubaya/
http://www.organisasi.org/1970/01/arti-istilah-ungkapan-akuntan-publik-kamus-ungkapan-bahasa-indonesia.html
http://zahiraccounting.com/id/blog/sukses-berkarier-sebagai-lulusan-akuntansi/





